Riziq Aje

Just me and all

Archive for the ‘Inspirasi’ Category

Zhang Da, Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Posted by Rafie pada Agustus 8, 2011

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

“Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?

Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.”

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

“Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!”

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?

Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.

Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Iklan

Posted in Inspirasi, Ruang Hati | Leave a Comment »

Adora Lily Svitak, Guru Termuda di Dunia

Posted by Rafie pada Agustus 6, 2011

Adora Lily Svitak, seorang bocah yang lahir pada 15 Oktober 1997 ini dilahirkan sebagai “bocah ajaib”.. Pada umur 7 tahun dia sudah mulai mengajar sebagai guru. Buku pertamanya yang diterbitkan secara internasional adalah Flying Fingers, berisi tentang cerita-cerita pendek karya adora yang juga berisi tips dan pansuan bagi mereka yang ingin menjadi penulis. Buku keduanya adalah Dancing Fingers(Koleksi puisi yang ditulis bersama kakaknya) yang diterbitkan yahun 2008 lalu..

Menurut harian The Telegraph, pada usia tiga tahun, Adora sudah bisa membaca. Kecepatan tangan adora dalam mengetik sangat luar biasa, dia mengetik anatara 80-112 kata tiap menitnya. Dia membaca 2-3 buku dalam sehari. Dia menganggap dirinya sebagai” pendidik dan penulis”. Namun kebanyakan orang menyebutnya ” anak kecil dengan otak dewasa. Jangan ditanya kesibukan anak ini, jadwalnya sangat padat, penuh dengan presentasi dan jadwal mengajar. Kadang dia baru bisa bristirahat setelah jam 11 malam.


Adora telah berpergian ke berbagai belahan dunia, dengan biaya perjalanan ditanggung oleh pihak pengundang. Dia telah berkunjung lebih dari 300sekolah di Cina, Hong Kong, Vietnam,Inggris, dan lainnya. Bahkan di Inggris dia mendapatkan julukan “Dora The Explorer” (T.S kurang tahu apakah dia inspirasi dibuat kartun DOra), karena caranya berbagi pengalaman membaca dan menulis pada anak-anak.

Bahkan keluarga Adora tekah merubah ruang bawah tanah mereka menjadi sebuah studio TV. Dari sana, adora memberikan konferensi video setiap hari kepada anak-anak, orang dewasa, dan para guru. Dia mendapatkan bayaran US$300 per pelajaran yang berlangsung 50 menit. “membaca dan menulis adalah hidup saya.,” kata Adora.

Adora menjadio incaran dunia korporasi. Dia bisa meraih hingga US$10.000 untuk satu kali tampil berbicara pada para pendidik dan masyarakat bisnis mengenai dampak teknologi pada proses kreatif. Belum lama jug Adora dibayar oleh microsoft untuk melakukan demonstrasi tentang komputerisasi pendidikan.

Adora memang masih anak-anak, namun cara berpikirnya jelas bukan cara pikir anak-anak. Hal itu terbukti saat dia ditanya apakah ada yang dia khawatirkan?
??Perekonomian dunia, saya kira,?? jawabnya. ??Juga pemanasan global, kolera di Zimbabwe, penurunan kualitas pendidikan AS, dan kelaparan dunia,?? tambahnya

Melihat caranya mengajar, banyak orang yang lupa bahwa dia masih berusia bocah. Saat mengajar, Adora kerap memuji murid-muridnya, berapapun usia mereka.”Sewaktu saya anak-anak, saya memerlukan dorongan,” ujar Adora menjelaskan alasannya memberikan pujian.

Adora menonton 3 saluran berita tiap malam (ABC, NBC, dan CBS) serta program-program khusus pada akhir pekan.

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Kisah Sukses Billioner Pendiri Bank Mega Sekaligus Pemilik Stasiun TV Trans Corp

Posted by Rafie pada Agustus 6, 2011

Apa jadinya jika seorang calon dokter gigi justru merambah bisnis televisi? Jika ingin tahu jawabannya, lihatlah sosok Chairul Tanjung, pebisnis asli pribumi yang kini namanya berkibar dengan Grup TransTV dan Trans7. Berkat kesulitan ekonomi yang menderanya, ternyata hal tersebut justru menjadi bekal mengasah ketajaman insting bisnisnya.


Chaerul Tanjung

Bermula dari awal kuliah di jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Biaya masuk kuliah kala tahun 1981 sebesar Rp 75 ribu, dengan uang kuliah per tahun Rp 45 ribu. Rupanya, untuk membayar uang kuliah tersebut, sang ibu sampai harus menggadaikan selembar kain halus.

“Saya betul-betul terenyuh dan shock, sejak saat itu saya bersumpah tidak mau meminta uang lagi ke orang tua,” kata dia pada pertengahan Januari 2009 ini.

Maka, kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan. Dia bekerjasama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis yaitu di bawah tangga kampus. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya – yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering menraktir teman – usaha itu bangkrut.

Ternyata, ia justru bisa makin berkembang dengan berbagai usahanya. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga bisnis inti, yakni: keuangan, properti, dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisisi sebuah bank kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap kontoversial saat itu oleh orang dekatnya. Namun, pengalaman bangkit dari kegagalan rupanya mengajarkannya banyak hal. Ia justru berhasil mengangkat bank itu, – setelah mengubah namanya menjadi Bank Mega – menjadi bank papan atas dengan omset di atas Rp1 triliun saat ini.

Selain itu, suami dari dokter gigi Ratna Anitasari ini juga merambah bisnis sekuritas, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Kemudian, di bisnis properti, ia juga telah membuat sebuah proyek prestisius di Kota Bandung, yang dikenal dengan Bandung Supermall. Dan, salah satu usaha yang paling melambungkan namanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.

Tak heran, dengan semua prestasinya, ia layak disebut sebagai “The Rising Star”. Bahkan, baru-baru ini, ia dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia, di posisi ke-18, dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu.

Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan sebagainya. “Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.

Kini Grup Para mempunyai kerajaan bisnis yang mengandalkan pada tiga bisnis inti. Pertama jasa keuangan seperti Bank Mega, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Mega Capital Indonesia. Kedua, gaya hidup dan hiburan seperti Trans TV, Trans7. Ketiga berbasis sumber daya alam.

TENTANG TRANSCORPORA (TRANSCORP)

PT Trans Corporation/Trans Corpora/TransCorp (sebelumnya bernama PT Para Inti Investindo) adalah unit usaha Para Group di bidang media, gaya hidup, dan hiburan. Pada awalnya, Trans Corp didirikan sebagai penghubung antara stasiun televisi Trans TV (Televisi Transformasi Indonesia) dengan stasiun televisi yang baru saja diambil alih 49% kepemilikan sahamnya oleh Para Group dari Kompas Gramedia, Trans7 (Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh) (dahulu TV7) . Pemilik Trans Corp adalah Chairul Tanjung yang juga adalah pemilik Para Group. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1 Januari 1998.

Televisi

Trans TV didirikan pertama kali mengudara diluncurkan pembukaan publik umum diresmikan sejak pada tanggal hari Sabtu, 15 Desember 2001 sejak sekitar pukul 19:00 WIB presiden diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia adalah Megawati Soekarnoputri, Panasonic US$ 20.000.000 dan bersama dengan produk lainnya, Kelompok Kompas Gramedia, pertama kali menayangkan TV7. Hal ini juga didirikan Spacetoon, yang sekarang dimiliki oleh Trans Asia Communications Inc. sejak 1 Mei 2006. Para Group membeli saham 49% TV7 dan menamainya sebagai Trans 7. Pada tanggal 15 Desember 2006, Samsung membeli Trans Corpora dalam program Trans Penta5 di Trans TV dan Trans 7 pada tanggal 15 Desember 2006. Tahun 2007, pertukaran Samsung lebih besar dari Panasonic (Samsung: 29,95%) (Panasonic: 15,15%). 2007, Panasonic menjual 15,15% dari saham Trans Corporation kepada Samsung Group. Kemudian Trans Corpora akan bergabung dengan Media Group dan Kelompok Kompas Gramedia untuk membentuk Samsung Trans Corpora Haluan mencerminkan divestasi Panasonic dari bisnis.

=> wikipedia

Belakangan, Chairul bekerja sama dengan Jusuf Kalla membentuk taman wisata terbesar di Makassar.

Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Low Tuck Kwong.

Berkat kesuksesannya itu Majalah Warta Ekonomi menganugerahi Pria Berdarah Minang/Padang sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di tahun 2005 dan Dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia tahun 2010 versi majalah Forbes dengan total kekayaan $1 Miliar.

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

11 Hal yang Membedakan Antara Bos Dan Pemimpin

Posted by Rafie pada Agustus 6, 2011

11 Hal yang Membedakan Antara Bos Dan PemimpinSebuah pekerjaan yang mirip namun tak sama, bagaimana cara seoorang BOS dan Pemimpin?

1.Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

2. Seorang BOS mengatakan “saya”.
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

3. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

4. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

5. Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

6. Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

7. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

8. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

9. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

10. Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

11. INGAT. SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

Nah, jika suatu saat kamu cukup beruntung berada di situasi seperti itu, yang mana yang mau kamu pilih, mau jado BOS atau seorang Pemimpin? pilihan ada di tanganmu 🙂

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Beda Fisik, Perilaku dan Nilai Hidup Orang Jepang, China dan Korea

Posted by Rafie pada Agustus 4, 2011

Membedakan orang Jepang, China dan Korea dapat kita lihat tidak hanya secara fisik semata melainkan kita dapat melihat perilaku dan nilai hidup mereka. Budaya dan gaya hidup ke tiga warga negara ini pastilah berbeda, hal inilah yang menyebabkan ketiga negara tersebut saat ini cukup diperhitungkan oleh dunia sebagai salah satu kekuatan Asia. Tanpa bermaksud SARA dan berusaha meresapi nilai baik yang dapat kita contoh dari mereka, berikut saya sajikan perbedaan ketiga negara ini ditinjau dari bentuk fisik, perilaku dan nilai budaya antara Orang Jepang, China dan Korea sebagai berikut :

Orang Jepang

A. Ciri Fisik :

Orang Jepang cenderung memiliki struktur wajah oval bermata besar dan hidung yang lebih jelas. Wanita Jepang sering memakai make up tebal memberikan kesan warna kulit putih pucat.

B. Perilaku Baik Yang Dapat Menginspirasi :

Orang Jepang itu . . .

1. Ramah dan sopan

Khas budaya negara timur, penduduknya biasanya sangat ramah dan bersahabat. Orang Jepang cenderung untuk selalu menyapa dan mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya, sekalipun itu orang asing yang belum mereka kenal.

Sama halnya dengan budaya Jawa dan berbeda dengan budaya barat, budaya Jepang memperhatikan penghormatan dan sikap sopan kepada orang yang memiliki status sosial lebih tinggi atau lebih tua. Bahasa Jepang juga memiliki kosa kata khusus yang digunakan untuk menunjukkan penghormatan atau yang lebih sopan seperti “krama inggil” dalam bahasa Jawa.

2. Ekspresif

Mungkin inilah ciri yang paling mencolok dari orang Jepang. Kalau kalian pernah menonton dorama atau anime, atau membaca manga pasti sering menemui ciri ekspresif ini, bagaimana mereka menunjukkan rasa suka, sedih, terkejut dan lain-lainnya.

Saya belum pernah bertemu dengan orang yang seekspresif orang Jepang. Dan yang kadang membuat saya tidak habis pikir adalah bagaimana bisa sifat ekspresif ini menjadi ciri suatu komunitas? Apakah sifat ini sudah terdefinisikan di dalam DNA mereka? Sebelum bertemu dengan orang Jepang, saya berpikir bahwa sifat ekspresif yang meledak-ledak hanya dimiliki oleh orang-orang sanguinis saja.

Ciri ekspresif ini juga yang menjadikan orang Jepang adalah teman mengobrol yang asyik. Dengan sifat ekspresif ini mereka bisa berkomunikasi dengan empati. Tidak peduli seberapa sederhananya topik pembicaraannya, hal itu bisa terasa sangat menarik karena respon ekspresif yang diberikan oleh orang Jepang. Mungkin ini juga alasan mengapa di setiap program TVnya entah itu acara berita atau hiburan, melibatkan begitu banyak presenter.

3. Menghargai Usaha / Proses

Ini adalah salah satu karakter positif yang dimiliki oleh orang Jepang. Mereka tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi lebih berorientasi pada proses. Mereka sangat menghargai usaha dan kesungguhan seseorang. Sekalipun hasil yang dicapai oleh seseorang tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi jika orang tersebut sudah berusaha dengan sangat keras, maka mereka akan mengapresiasi dengan baik orang tersebut. Sikap menghargai usaha ini juga tampak dari ekspresi mereka yang selalu bersemangat menyongsong setiap pekerjaan dan tantangan, karena mereka yakin dengan semangat dan kerja keras akan memberikan hasil yang baik. Yosh..ganbatte ne!

4. Tumbuh Sebagai Satu Komunitas

Orang Jepang cenderung maju dan berkembang sebagai satu komunitas daripada sebagai individu-individu yang terpisah. Kultur kebersamaan ini bisa terlihat jika kita sudah bergabung dengan komunitas tertentu, misalnya di laboratorium, unit kegiatan mahasiswa, atau perusahaan. Mereka membentuk program-program atau kegiatan yang dapat memacu kemajuan bersama. Contohnya training bersama, konsep senior yang mendampingi junior, kegiatan saling mengajar atau knowledge transfer untuk mendistribusikan kemampuan anggota yang lebih unggul kepada anggota lainnya. Selain itu ketika mereka sudah bergabung dalam komunitas tertentu, maka mereka lebih dikenal identitas komunitasnya daripada identitas individunya. Kombinasi antara kebanggaan akan komunitasnya dan usaha-usaha untuk memajukan komunitasnya inilah yang menjadikan masyarakat Jepang tumbuh dalam komunitas-komunitas yang kuat dan progresif.

5. Prosedural, Well Organized, Tekun, dan Teliti

Menurut saya sifat-sifat ini turunan dari karakter yang menghargai usaha. Untuk meraih hasil yang memuaskan, di dalam bekerja orang Jepang sangat memperhatikan urutan langkah-langkahnya. Jika mereka diberikan petunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan atau menggunakan suatu alat, maka mereka akan dengan teliti membaca petunjuknya dari awal hingga akhir tanpa ada yang terlewat lalu benar-benar mengerjakan sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Sangat prosedural. Jangan heran ketika melihat seorang masinis kereta yang sudah bekerja puluhan tahun, ketika menjalankan tugasnya dia masih dengan semangat menunjuk-nunjuk panel-panel kontrol sambil berbicara pada dirinya sendiri, itu semata-mata dilakukan untuk memastikan dia tidak salah dalam melakukan tugasnya. Meski mereka telah sering menjalani rutinitas itu, ketekunan dan ketelitiannya tidak berkurang. Orang Jepang memang sangat cocok untuk jenis pekerjaan yang berupa rutinitas dan membutuhkan ketelitian.

Hal ini juga yang berlaku dalam hal mematuhi aturan lalu lintas atau peraturan lainnya. Tidak peduli kondisi di lapangan seperti apa atau apakah ada peluang untuk melanggar, mereka akan tetap mematuhi peraturan. Kalau kalian coba bertanya kepada mereka kenapa mereka selalu taat kepada setiap aturan, maka jawabannya akan sederhana karena itu adalah aturan, titik.

C. Pilar Hidup / Nilai Budaya Orang Jepang

Pilar utama nilai-nilai budaya Jepang dikenal dengan wa (harmoni), kao (reputasi), dan omoiyari (loyalitas). Konsep wa mengandung makna mengedepankan semangat teamwork, menjaga hubungan baik, dan menghindari ego individu. Kao berarti wajah. Wajah merupakan cermin harga diri, reputasi, dan status sosial. Masyarakat Jepang pada umumnya menghindari konfrontasi dan kritik terbuka secara langsung. Membuat orang lain “kehilangan muka” merupakan tindakan tabu dan dapat menyebabkan keretakan dalam hubungan bisnis. Sedangkan omoiyari berarti sikap empati dan loyalitas. Spirit omoiyari menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat berdasarkan kepercayaan dan kepentingan bersama dalam jangka panjang.

Kaizen

  • Kaizen merupakan istilah bahasa jepang terhadap continuous improvement.
  • Kai berarti perubahan, zen berarti baik.
  • Jadi kaizen berarti melakukan perubahan agar lebih baik secara terus menerus.

Bushido

  • Bushido adalah kode atau prinsip yg dianut oleh para samurai Jepang.
  • Prinsip bushido Menekankan pada kehormatan, keberanian, dan kesetian kepada atasan melebihi apapun.
  • Pejuang samurai yang ideal adalah mereka yang tidak mempunyai rasa takut terhadap kematian tetapi mereka takut jika tugas yang mereka emban tidak berhasil.

Makoto

Makoto berarti bersungguh-sungguh dengan selalu berkata dan bertindak jujur dengan tidak berlaku curang baik kepada kawan maupun lawan.

Genchi Genbutsu

  • Definisi harfiah Genchi Genbutsu dari bahasa Jepang adalah ‘go and see the problem’.
  • Genchi genbutsu bukan sekadar teori, melainkan lebih menekankan pada praktek dimana kita harus langsung mendatangi masalah untuk mengetahui masalah tersebut.

Hansei

  • Dalam bahasa Jepang , hansei berarti perenungan.
  • Dalam manajemen bisnis, hansei berarti peninjauan ulang secara cermat yang dilakukan setelah tindakan diambil.
  • Tidak perduli hasil akhirnya sukses atau gagal, mereka tetap harus meninjau hasilnya.
  • Hansei berlawanan dengan pola pikir “KALAU TIDAK RUSAK BUAT APA DIPERBAIKI”.
  • Kebanyakan kita masih menunggu rusak baru diperbaiki…

Orang China

A. Ciri Fisik :

Orang Cina cenderung memiliki wajah bulat daripada orang Korea dan Jepang. Cina adalah negara multi-etnis besar tak seperti Korea dan Jepang (yang lebih etnis homogen) sehingga lebih sulit untuk membedakan atau mengeneralisasi.

B. Perilaku Baik Yang Dapat Menginspirasi :

Orang China itu . . .

1. Kegiatan kehidupan mereka yang terpusat pada perdagangan, industri, dan berbagai pelayanan jasa yang tidak digeluti oleh anggota masyarakat (berusaha berbeda).

Dalam mencari penghidupan, orang-orang Cina lebih memilih untuk berdagang. Berbeda dengan bangsa pribumi yang lebih memilih untuk menjadi pegawai, terutama Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepiawaian orang Cina dalam berdagang lalu menjadi rahasia umum. Orang Cina dapat membedakan dengan tegas antara urusan bisnis dan urusan pribadi. Hasil keuntungan harus digunakan untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan lagi. Uang harus menjadi uang, bukan untuk menimbun utang atau berfoya-foya.

2. Berani Mengambil Resiko.

Karena berdagang itu penuh resiko. Sifat bisnis pedagang Cina yang lain adalah tahan banting, Mereka harus kuat, termasuk sanggup mengorbankan diri dalam beberapa hal, seperti waktu, tenaga, dan uang demi mencapai tujuan menjadi orang kaya, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

3. Kerja Keras.

Percaya pada takdir, tapi tidak mau menyerah pada nasib, mereka percaya nasib ibarat roda, sesekali di atas dan sesekali di bawah. Kerja keras tanpa kenal lelah menjadi ciri dari orang Cina yang mengakibatkan mereka unggul dari yang lain. Ada filsafat Cina yang berbunyi seperti ini : “Hiduplah nikmat, maka nanti kau akan sengsara. Orang-orang yang sukses dibentuk dari kehidupan yang sulit”. Jadi dalam berusaha, banyak pengusaha yang awalnya bersusah susah dahulu, kemudian baru ketika sudah kaya mulai berani bersenang-senang.

4. Enterprenuer yang Selalu Menjaga Kualitas dan Kepercayaan.

Bangsa Cina ini mempunyai sifat-sifat yang agak aneh di banding bangsa-bangsa yang lain, orang Cina itu kalau yang terbaik untuk dijual, sedang yang jelek untuk dipakai sendiri. Orang Cina itu pekerja keras dan cerdas, orang Cina kalau ayahnya jualan kacang buntelan, maka pada saat anaknya nanti, usaha sudah menjadi pabrik kacang, jadi untuk faktor enterpreneurship mungkin cina itu nomor satu di dunia.

Di Cina sebulan umumnya bekerja 60 jam, enam hari seminggu. Meski sekitar 20 jam diantaranya terhitung lembur, tapi mereka tidak mendapatkan upah tambahan dari kerja ekstra itu. Kerja keras seolah-olah menjadi jalan satu-satunya, hal ini tidak perlu dipersoalkan jika kita memiliki pekerjaan yang kita senangi.

Ada ungkapan “Orang Cina bisa berdagang di kampung Melayu, tetapi orang Melayu belum tentu bisa berdagang di kawasan orang Cina”, salah satu sebab adalah mereka lebih cincai, fleksibel, lebih ramah dan lebih menjaga “nama”, karena mereka berpikiran jauh kedepan, bahwa kepercayaan adalah modal yang tak terbatas dalam bidang dagang, bukannya pribumi tidak mempunyai pemikiran itu, tetapi persentase yang mau memanfaatkan pemikiran dan sikap itulah yang belum merata.

5. Orang Cina selalu menginginkan perubahan secara total.

Maka hijrah adalah sebuah keharusan, orang itu harus hijrah bukan saja secara fisik melainkan juga mental, jiwa, dan mendekatkan diri pada-Nya. Keinginan seseorang untuk berubah adalah kunci utama keberhasilan orang Cina.

6. Belajar Dari Kegagalan dan Berusaha Mempertahankan Keberhasilan.

Setiap pedagang Cina dapat mengambil hikmah dan belajar dari kegagalannya. Mereka mengevaluasi segala kekurangan, kelemahan, kesalahan, dan kegagalan. Mereka terus belajar dari kegagalan itu. Kegagalan pertama tidak dapat melunturkan semangatnya, sebaliknya justru akan membuatnya lebih gigih, kegagalan kedua dijadikannya pelajaran, kegagalan ketiga menjadikannya lebih bijak, kegagalan yang seterusnya akan menguji kesabaran dan ketabahannya. Gagal beberapa kali bagi orang cina tidak berarti akan gagal untuk seterusnya. Orang Cina percaya dan yakin mereka pasti akan berhasil suatu hari nanti.

C. Pilar Hidup / Nilai Budaya Orang China

Confucianism

  • Cina menganut Confucianism menjadi maju karena ajarannya yang tak menyukai kekerasan.
  • Salah satu hal penting yang diajarkan ialah “Janganlah berbuat sesuatu yang kau tak inginkan orang berbuat kepadamu!”.
  • Ini jelas sekali bahwa kalau kita tak menyukai orang lain memaksakan kehendaknya kepada kita, janganlah kita memakai kekerasan yang sama kepada orang lain.
  • Ajaran penting lainnya ialah “Selalu hormatilah orang yang lebih tua, lebih-lebih orang tuamu”.
  • Prinsip lainnya adalah “Kalau kamu hidup mampu, jangan sampai saudara-saudaramu hidup berkekurangan!”.
  • Itulah salah satu prinsip yang menyebabkan keluarga keturunan Cina selalu memperhatikan saudara-saudara, jadi kalau yang satu kaya akan membantu yang kekurangan: memberikan pekerjaan, membantu secara moral dan finansial.

Guanxi

  • Guanxi dapat diartikan cerdik memanfaatkan jaringan.
  • Sebagai contoh, tidak punya uang untuk beli barang dagangan, bisa dilakukan dengan meminjam barang dagangan milik saudara. Laku baru bayar (sistem konsinyasi).
  • Kalau tidak punya pemasok cukup meminta jaminan dari relasi yang punya pemasok.
  • Untuk itu mereka berupaya membangun kepercayaan supaya bisa langgeng.

Shinyung

Shinyung adalah sikap saling mempercayai antarsesama.

Orang Korea

A. Ciri Fisik :

Orang Korea cenderung memiliki wajah menyanjung dengan tulang pipi tinggi / persegi dan mata kecil dengan kelopak mata tunggal.

B. Perilaku Baik Yang Dapat Menginspirasi :

Orang Korea itu . . .

1) Orang Korea kebanyakan profesional – amat sangat profesional malah

Profesional dalam hal ini yaitu mengerti akan hak dan kewajiban mereka. Bagi mahasiswa, tidak ada kata bermain selain di akhir pekan. Bayangkan saja, di kampus itu ada lapangan sepak bola yang sangat bagus yang bisa dipakai secara gratis selain di akhir pekan (bayar sekitar Rp 150.000,- per dua jam di akhir pekan), tetapi hampir tidak pernah ada yang menggunakannya di hari kerja. Lho, apa orang di sini tidak suka main sepak bola? Bukan, tetapi mereka menghabiskan hampir semua waktu mereka di hari biasa untuk belajar. Ketika tidak ada kuliah, maka yang mereka lakukan adalah ke perpustakaan atau tempat lain untuk belajar. Tidak ada nongkrong-nongkrong tidak jelas, bermain kartu, apalagi menonton bioskop 🙂 . Lho, hidup mereka kasihan amat dong? Tidak juga. Namanya juga profesional, jadi ketika hari libur, mereka bermain sepuas-puasnya – secara profesional juga. Hingga mabuk-mabukan segala (Ups, yang ini jangan ditiru lah yaaa, hehe).

Bukti lainnya yang menunjukkan hal ini, ketika minggu lalu kami diajak tur keliling kota dengan ditemani oleh para buddy, kami menuju downtown – semacam pusat perbelanjaan yang cukup ramai di kota Daejeon ini. Si Jun, buddy saya, bertanya adakah barang yang hendak saya cari. Karena saya baru dua hari dan belum terlalu memikirkan akan hal semacam itu, saya hanya menjawab, memangnya barang yang menarik apa? Kira-kira yang khas dari sini? Jawaban dia, “Wah, maaf saya kurang tahu. Saya jarang kesini. Biasanya saya ke perpustakaan atau belajar di rumah ketika weekend”. Waduh, rajin sekali engkau Jun, hehehe. Saya tidak boleh kalah nih selama setahun disini, biar tidak malu didampingi oleh orang rajin 🙂

2) Efisien waktu dan disiplin

Saya sudah menyebutkan di beberapa postingan sebelumnya tentang kedatangan saya di kampus ini, yaitu bahwa kami tiba di Korea, tepatnya di Incheon Airport pada hari Kamis, 27 Maret 2008, sekitar pukul 07.00. Kami disambut dengan bus yang langsung mengantar kami menuju Daejeon University. Kami tiba sekitar pukul 12.00 dan langsung menuju gedung asrama kampus, menuju kamar masing-masing – kamar yang Insya Allah akan kami tempati selama 9 bulan ke depan. And guess what, berikut jadwal acara selama beberapa hari itu :

Kamis, 27 Maret 2008
14.00 dormitory orientation
15.30 campus tour

Jumat, 28 Maret 2008
10.00 orientation with ASEAN University Network and Daejeon University
11.00 course registration
14.00 level / placement test for Korean Class
16.00 downtown tour

Senin, 31 Maret 2008
Kelas dimulai – minggu pertama setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti seluruh mata kuliah, setelah itu pada akhir minggu pertama akan diadakan semacam PRS untuk mengambil 27 SKS mata kuliah yang akan benar-benar diambil

Maakk…. Kalau kata Vicky, give me a break! Benar-benar efisien mereka dalam mengatur waktu. Kami yang masih agak-agak blank karena baru tiba setelah perjalanan jauh pun langsung disuruh mengikuti orientasi itu. Melihat jadwal kuliahnya pun saya shock. Jadwal kuliah per hari hanya terbagi tiga, yaitu pukul 9 – 12, 12 – 15, dan 15 – 18. Pada hari Rabu dan Kamis, kuliah saya full jam 9 – 18. Woi, istirahatnya kapan woi? Ah, tetapi saya berpikir, pasti tidak akan sepenuhnya benar-benar digunakan setiap jadwal kuliah tersebut. Terbayang di ITB, jadwal kuliah yang seharusnya 2 jam biasanya hanya digunakan selama 1,5 jam. Pikiran yang amat salah karena mereka benar-benar menggunakan waktu 3 jam tersebut. Bahkan ketika kami terlambat untuk kuliah pada pukul 15 karena kuliah sebelumnya benar-benar selesai pukul 15 – dan kami harus pindah antar gedung kuliah yang cukup jauh seperti dari GKU Lama ke GKU Baru, kami ikut dimarahi oleh si dosen. Hahahaha. Ampun deh ampun bapak-bapak ibu-ibu. Rasanya dalam hal ini kita memang bisa belajar banyak dari mereka.

3) “Ketika kamu tidak bekerja keras, kamu tidak akan hidup”

Itu barangkali statement yang mewakili dari cerita si Jun, ketika saya bertanya mengapa dia sibuk sekali belajar. “Begitu banyak tenaga kerja di Korea tetapi tidak sebanyak itu lapangan kerja yang tersedia. Karenanya, jika saya tidak belajar keras, saya tidak akan memperoleh nilai baik. Dan jika saya tidak memperoleh nilai baik, saya tidak akan memperoleh pekerjaan. Dan jika saya tidak memperoleh pekerjaan, saya tidak akan hidup”. Glek, merasa sangat tersindir saya mendengar kata-kata itu. Sudah segiat apa saya belajar? Sudah siapkah saya untuk bisa menghidupi diri saya sendiri dan keluarga saya nantinya? Dasar si Jun, kamu baik sekali sih, sudah mengingatkan saya akan berbagai macam hal hehe. Sedikit banyak menjawab pertanyaan Ipe juga nih, “kami memang ingin hidup senang. Karenanya, kami akan senang-senang apabila sudah terjamin kami bisa terus melakukannya keesokan dan keesokan hari lagi”. So, silakan bersenang-senang, asalkan tidak melupakan kodrat bahwa kita masih memiliki masa depan untuk diperjuangkan.

Hm, mungkin itu dulu analisis awal saya akan perilaku positif orang-orang Korea yang saya pikir bisa kita tiru – tentunya agar bangsa kita semakin maju. Namanya juga analisis awal, sehingga baru berupa gambaran besar saja, dan Insya Allah akan selalu diperbaiki dan ditambahkan ke depannya.

C. Pilar Hidup / Nilai Budaya Orang Korea

Koenchanayo

Koenchanayo yg artinya toleransi dan menghargai orang lain.

Kibun (mirip Kao)

Kibun berarti menghormati orang lain dan menghindari segala tindakan yang bisa menyebabkan Orang lain kehilangan muka.

Inhwa

  • Inhwa berarti pendekatan terhadap keharmonisan dalam kultur bisnis Korea.
  • Hal ini tercermin dalam rasa setia terhadap perusahaan.

Hahn

Hahn berarti energi hidup Untuk mengejar pendidikan dan melakukan pengorbanan diri demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan negara.

Jeong Do Management (mirip Kaizen)

  • Jeong Do Management merupakan acuan filosofi bagi LG.
  • Senantiasa menyediakan nilai tambah bagi konsumen dengan selalu melakukan inovasi berkelanjutan.

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Gua nggak butuh Shalat !! Buat apa sholat

Posted by Rafie pada Juli 24, 2011

Buat apa sholat
Mohon maaf bila judulnya bikin emosi. insyaAllah isinya gak separah judulnya, itu cuman bikin penasaran aja. Saya cuman pengen berbagi, saya dapet email dari temen di sebuah milis. email itu isinya cerita begini:

No SARA baca dulu sampe beres baru komen yah .. Bismillah

Anak : Pa, solat itu buat apa sih?

Ortu : (menghardik) Udah, lu jangan tanya-tanya macem-macem.. kapir lu nanti!

Anak : (terdiam)

Belasan tahun kemudian, si anak bertemu lagi dengan saya. Mana saya tahu kalau dia dulu tunya-tanya kayak gitu kan ? Biar gampang, kita sebut aja dia Boni.

Saya : Woy, jumatan atuh.. orang-orang udah pada ngabur!

Boni : Hoream ah…. keur naon solat? (males ah, buat apa sholat?)

Saya : (untung ajah, dulu kenyang di plonco adik PAS) Dasar.. Ari kamu sholat buat apa?

Boni : Saya mah, sholat kalo butuh doang. Nggak solat kalo aku nggak merasa butuh. Solat itu harus merupakan kebutuhan, bukan kewajiban dong. Tuhan nggak butuh solat kita, yang butuh itu kita! Sekarang gua lagi nggak butuh solat, jadi buat apa gua solat. PEUN.

Saya : Itu betul, memang kita harus punya sense ‘butuh’ terhadap sholat. Tapi, menurut gua, kita tetep ‘wajib’ sholat, meskipun kita sedang tidak ‘butuh’.

Boni : Buat apa? Menurut gua, disitulah letak nggak gunanya solat.
Lebih cuih lagi, kalo orang solat buat ngejar ‘gelar’, gua paling nggak suka!

Saya : Maksud loe?

Boni : Ya itu, jenis-jenis manusia yang solatnya buat pamer, kalo dia itu paling soleh!! Menurut gua sih, kalo die solat seribu rokaat juge, kalo abis solat die korup, die membunuh, die menjelekkan orang, menggunjing, tetep aje die tu, lebih buruk, dibanding orang nyang gak solat tapi berbuat baik sama orang lain!

Saya : Lu bener di satu sisi..Orang yang menzalimi orang lain, meski solat, tetep lebih buruk dibanding yang gak solat tapi berbuat baik

Boni : Tuu, bener kan gue!

Saya : Tapi di sisi lain, lu juga salah Bon! Menurut saya nih, solat tetep wajib!

Boni : Salah gimane? Ah paling lu mau ngeluarin ayat.

Saya : Ok, kita pake akal aja. Nah, sekarang saya mau nanya neh. Gaji lu berapa Bon?

Boni : Rahasia dong.. yah oke deh, sekitar 3-an lah

Saya : Lu kerja berapa jam sehari tuh, buat 3-an itu? 8 jam sehari ada nggak?

Boni : Ya iya lah.. lebih kali

Saya : Selain itu, saya yakin kalo lu dapet segitu, karena skill dan gelar lu kan ? Gak cuma karena kerjaan lu. Yang jelas, pengorbanan lu untuk dapet gaji segitu, lebih banyak dari sekedar kerja 8 jam sehari. Bener gak?

Boni : Bener banget! Tapi segitu juga udah untung. Gua suka dapet bonus, jadi gua yah, berterimakasih banget dah, sama Boss gua. Dia care banget sih sama kita.

Saya : Nah, Bon, ngomong-ngomong lu pernah denger ada jual beli ginjal gak buat transplantasi?

Boni : Oh iya dong, gile, satu ginjal ada satu milyar kali! Gua sih nggak bakal jual. Gila aja kali! Ntar gua pake apa dong?

Saya : Nah lu dikasih semilyar, kok gak mau berterimakasih sama sekali?

Boni : Bentar-bentar gua nggak ngerti neh.. dikasih semilyar gimana?

Saya : Tuh, mata loe… harganya berapa? Ok, ginjal satu milyar kan ? Oh ya, belon ntu tuh, kuping, mulut, muka… hm, loba euy (banyak euy), semua jatuhnya berapa ya? Trilyunan tuh.
Tapi semuanya dikasih gratis…

Boni : ……..

Saya : Bon, Sekali lagi neh, menurut aku, sholat tetep wajib, karna, itu salah satu cara kita untuk berterimakasih sama Yang ngasih badan kita, rejeki kita, keberuntungan kita, yah, segalanya yang udah Dia kasih dah.

Kita rela bekerja 8 jam sehari untuk mendapatkan 3 juta rupiah. Kita sangat berterimakasih sama orang yang ngasih kita tambahan bonus sekedar seratus-duaratus ribu, tapi kita kadang lupa berterimakasih sama ‘tuhan’ yang ngasih kita mata, mulut, tangan, kaki, ginjal, yang harganya jauh lebih mahal kalo kita jual. Well, bahkan bisa dibilang tak ternilai harganya. CUma orang kepepet berat atau orang bodoh yang mau jual badan dia sendiri.

Memang idealnya, orang solat tuh terhindar dari perbuatan buruk. Toh solat kan aslinya mencegah perbuatan buruk, dan membuat kita terbiasa melakukan perbuatan baik. Tapi itu kalau dia menghayati makna sholat sebagai sarana mengingat Tuhan, bukan sekedar menggugurkan kewajiban (seperti saya hehehe).

Di situasi ideal ini, selepas sholat, orang jadi mengingat kembali, betapa banyak yang Tuhan berikan dan lakukan demi kebaikan kita. Coba aja telaah arti bacaan shalat dan arti gerakan solat. So pasti lu temukan deh, banyak bacaan solat maknanya kearah ini.

Karena dia ngeh bahwa Tuhan selalu melihat, dan telah banyak berbuat buat dia, dia bakal berfikir 1000 kali buat berbuat hal yang nggak Tuhan sukai.

yah kalo solatnya sekedar nyari gelar seperti yg lu bilang sih, memang gak bakal ada manfaatnya.

Tapi lu cerdas Bon, lu juga SQ-nya tinggi, makanya lu nggak mau solat sekedar menggugurkan kewajiban. Karena itu, lu pasti ngerti bahwa solat tetep wajib, meski kita lagi nggak butuh solat. Kita wajib solat, untuk berterimakasih sama yang telah ngasih kita segalanya.

Boni : Seandainya dulu bapa gua ngejawab kayak gitu, gua mungkin gak bakal terlalu anti solat ya…

Saya 😕 ???

Boni : Sudahlah, gak usah dibahas… Tapi thanks ya.. gua jadi ngerti neh.

=============================================
yah, alhamdulilah, berkat dialog yang kacrut ini (aslinya jauh lebih ngalor ngidul dan panjang), Boni sekarang rajin shalat, dan berusaha menghayati solatnya. Semoga aku jg ketularan Boni ya

teman-teman… jangan pernah berhenti mencari jawaban tentang sesuatu yang kita nggak ngerti tentang Tuhan atau agama. Banyak orang kecewa terhadap agama (apapun), kemudian jadi atheis, atau punya sekte sendiri, cuma karena pertanyaan dia tidak terjawab.

Bertanyalah pada ulama, bila belum puas, cari ulama lain, bila nggak puas juga, layangkan email ke ulama di luar negeri. Atau berdiskusilah dengan banyak teman-teman. Jangan puas dengan hanya satu jawaban. Jadilah pencari Tuhan yang sebenar-benarnya.

Bukan pencari Kebenaran Hakiki namanya, kalo cuma ngaku-ngaku aja. jangan ngaku pencari kebenaran, kalo tak pernah mencari.

buat para ortu, jangan sampai menghardik anak bila nggak ngerti ngejawab pertanyaan. Mendingan bilang terus terang aja, kalo bapa nggak bisa, ntar kita cari sama-sama.

thats it YOURE a father NOT a superhero.

Semoga dengan cerita ini bisa membuat kita berubah untuk melaksanakan sholat .
—————-
repost from here
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9414789

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

An Inspirational Story About, Never Ever Give Up

Posted by Rafie pada Juli 18, 2011

balet
An Inspirational Story About, Never Ever Give Up

Cerita ini berdasarkan kisah nyata bertahun-tahun yg lalu di Eropa:

Di sebuah kota kecil,ada seorang gadis remaja yg sangat berbakat dalam menari balet.Berbagai piala & medali telah dimenangkannya di usianya yg masih belia.Ia bermimpi untuk menjadi seorang ballerina yg profesional,tapi belum ada kesempatan untuk menunjukkan bakat & talentanya.

Suatu hari,tersiar kabar bahwa seorang pelatih balet terkenal akan menagadakan pertunjukan balet di kotanya.Si gadis kecil begitu antusias untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.Ia meminta ibunya untuk menemaninya melihat pertunjukan itu,karena ia berencana untuk menemui pelatih balet yg terkenal itu bila ada kesempatan.

Setelah pertunjukan selesai,ia menunggu untuk bertemu dengan si pelatih balet,tapi ia amat sangat sibuk sehingga gadis kecil itu hampir berputus asa.Ketika orang-orang sudah meninggalkan tempat pertunjukan tersebut,ia sendiri masih tetap duduk di tempatnya,dan ternyata ia melihat pelatih itu sedang berada di panggung karena ada properti yg tertinggal.Gadis itu berpikir betapa beruntungnya dia dan si gadis kecil tidak menyia-nyiakan kesempatan emas itu.Ia menghampiri pelatih itu dan berkata,”Pak,maaf saya mengganggu.bolehkah sya meminta waktu bapak untuk menunjukkan kemampuan saya,saya ingin sekali bapak melihat tarian balet saya”.Awalnya si pelatih enggan memenuhi permintaan si gadis karena ia amat sibuk,tapi melihat kesungguhan gadis kecil itu ia akhirnya mengiyakan.”Baiklah,saya akan beri kamu waktu 10 menit”,”baik,terima kasih pak”,seru gadis kecil itu dengan semangat.

Setelah itu,gadis itu naik ke panggung dan pelatih itu duduk di bangku penonton untuk melihat kemampuan gadis kecil itu.Si gadis kecil begitu bersemangat,ia menari dengan begitu indahnya sambil melihat si pelatih dengan harapan karirnya dilambungkan olehnya.Di menit pertama pelatih itu hanya terdiam.Menit kedua pelatih itu mulai tersenyum.Di menit ketiga ia memperhatikan gadis itu dengan sungguh-sungguh sehingga gadis itu menjadi tambah bersemangat dalam menari.Menit keempat,pelatih itu benar-benar memperhatikan dengan sungguh-sungguh.Tapi di menit kelima dia terdiam dan semenit setelah itu tiba-tiba ia bangkit dari kursinya dan meninggalkan tempat itu dan tidak kembali lagi.

Sewaktu melihat pelatih itu pergi begitu saja,si gadis kecil merasa amat sedih.Ia merasa mungkin pelatih itu berpikir ia tidak memiliki bakat yg membuatnya bisa menjadi ballerina terkenal,mungkin ia hanya “sekedar” menonton tarian balet amatir yg jelek dan ia sudah membuang-buang waktu untuk menontonnya.Ia bersembunyi di dalam toilet sambil menangis tersedu-sedu karena apa yg diharapkannya telah hilang begitu saja.Ia pulang ke rumahnya,ia buang semua piala & medali yg dimenangkannya,ia gunting semua baju dan sepatu baletnya,ia hancurkan semuanya dan ia buang “MIMPI”nya jauh-jauh dari kehidupannya.

Beberapa tahun kemudian,gadis itu berubah menjadi seorang wanita dewasa.Ia hanya bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah restoran kecil di kota itu.Ia menikah dan mempunyai dua orang anak perempuan yg entah mengapa sangat menyukai balet.Walaupun ia membenci balet sejak kejadian itu,ia tidak melarang anaknya untuk belajar balet.Sebab pikirnya,yang penting anaknya bahagia dengan apa yg dilakukannya.

Suatu hari anaknya mengajaknya untuk melihat pertunjukkan balet,karena pertunjukan dipromotori oleh seorang pelatih balet profesional yg sudah mendunia.Awalnya ia tidak mau menonton pertunjukan balet itu tapi demi anaknya akhirnya ia menemani mereka.Sewaktu ia melihat pamflet pertunjukan balet tersebut,betapa kagetnya dia karena ketika ia melihat nama promotornya,ia melihat nama sesorang yg telah membuatnya membuang semua mimpinya beberapa tahun silam.Pria itu kini datang lagi ke kota itu,dan ketika pertunjukan selesai anak-anaknya memintanya untuk memfoto mereka bersama pria itu.Betapa marahnya wanita itu sehingga ia ingin melempar kamera ditangannya ke wajah pelatih balet yg sangat terkenal itu.

Ketika anaknya selesai berfoto,ia meminta anak-anaknya untuk keluar sebentar karena ia ingin berbicara empat mata dengan pelatih tersebut.”Pak,apakah anda mengenal saya?”,tanya wanita itu.”Tidak,aku tidak mengenalmu.siapa kamu?”,jawab si pelatih balet.Dengan sedih bercampur marah,wanita itu bercerita tentang kejadian bertahun-tahun silam.
“Pak,20 tahun yg lalu anda melakukan pertunjukan di tempat ini.dan ketika pertunjukan selesai saya memberanikan diri saya untuk menemui anda.Dan anda berkata akan memberikan waktu 10 menit kepada saya untuk menunjukkan kemampuan saya.Di menit pertama anda hanya terdiam melihat saya,dan saya ingin membuat anda terkesima dengan kemampuan saya.di menit kedua anda mulai tersenyum,menit ketiga anda mulai memperhatikan saya dan membuat saya semakin bersemangat dalam menari.tapi di menit keenam,anda tiba-tiba keluar dari tempat pertunjukan dan tidak kembali lagi.dan semenjak itu saya memutuskan untuk berhenti menari balet.” kata wanita itu dengan tersedu-sedu.

Ketika mendengar cerita wanita itu,terkejutlah dia dan berkata,”Ya,saya ingat kamu.Apakah kamu tahu,ketika kamu meminta waktu saya untuk melihat kamu menari balet awalnya saya merasa enggan,tapi melihat kesungguhan kamu,saya bersedia memberikan waktu saya.Di menit pertama saya berpikir kamu hanya penari balet biasa,tapi di menit kedua saya tahu kamu memiliki potensi yg luar biasa.Di menit ketiga saya sadar bahwa ada seorang Gadis kecil yg benar-benar berbakat di kota ini,dan di menit-menit berikutnya saya benar-benar menikmati pertunjukan luar biasa dari seorang ballerina dan saya berpikir untuk mengorbitkannya sebagai ballerina profesional.Saya ingin memberikan kamu beasiswa untuk belajar balet di amerika dan menjadi ballerina profesional,tapi saya sadar bahwa formulir itu ada di mobil saya,karena itulah saya keluar dari tempat pertunjukan itu.saya ingin mengambil formulir itu di mobil saya,tapi karena banyaknya kertas yg bertumpuk-tumpuk membuat saya harus mencari-cari formulir itu untuk diberikan pada seorang gadis kecil yg amat sangat berbakat yg sedang menari di panggung pertunjukan di dalam.Sekitar 3 menit saya habiskan untuk mencari formulir itu,dan ketika saya kembali saya sudah tidak melihat gadis kecil yg menari dengan indah itu.Bertahun-tahun saya mencari gadis yg sangat berbakat itu tapi tak ada seorangpun yg tahu.Sayang sekali saya belum bertanya siapa namanya dan ketika saya melihat sanggar-sanggar ballet di kota ini saya tidak menemukan gadis itu dan saya menyerah.”

Mendengar kata-kata pelatih ballet itu,si wanita hanya terdiam dan menangis dengan amat sangat.Karena ia tahu,seandainya saja ia terus menari tanpa peduli bahwa pelatih itu pergi meninggalkan dia,karena ia berkata bahwa ia akan memberikan waktu 10 menit kepadanya,bukan 6 menit,ia pasti kembali lagi dan saat ini ia pasti sudah menjadi Ballerina yg terkenal.Dan yg tersisa hanyalah sebuah penyesalan.
Sobat,dalam hidup ni kita pasti juga sering mengalami apa yg dialami wanita tersebut.Mungkin kita sudah melangkah,di langkah pertama kita gagal,di langkah kedua kita juga gagal.Tapi masih ada langkah ketiga dan seterusnya,jika di langkah kelima kita masih gagal kita harus terus berjuang dengan pantang menyerah.Karena mungkin di langkah keenam kita berhasil.Mungkin kita sudah mencoba 10 kali tapi masih gagal,tenang saja,karena kita masih bisa mencoba untuk ke 11 kalinya.

Kolonel Sanders adalah salah satu contoh dari orang yg pantang menyerah.Meskipun resep ayam kentuckynya ditolak oleh 1000 restoran,tapi ia tidak menyerah dan ketika ia mencoba untuk ke-1001 kalinya,ia berhasil.Seandainya ia menyerah mungkin kita tidak akan melihat dan menikmati lezatnya ayam kentucky di restoran KFC yg sangat terkenal itu,bukan hanya di amerika tapi di seluruh dunia.

Jika kita sudah menyerah mungkin kita akan menyesal di kemudian hari karena kita mungkin tinggal selangkah lagi menuju kesuksesan & kebahagiaan.So,jangan pernah menyerah dan jangan pernah berhenti untuk mencoba.Lakukan yg terbaik dan saat itulah kita akan mendapatkan yg terbaik walaupun butuh waktu dan kesabaran untuk meraihnya.

INGAT!

“Keajaiban hanya terjadi pada orang yang pantang menyerah”

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Bekerja atau Berbisnis ?

Posted by Rafie pada Juli 18, 2011

bekerja bisnisBekerja atau Berbisnis ?

Umumnya orang berpendapat setelah mencapai umur tertentu, misalnya setelah lulus sekolah atau kuliah, bahwa inilah waktunya keluar dan mencari lowongan pekerjaan. Dan seperti pendapat-pendapat umum lainnya, pendapat ini belum tentu benar. Hanya karena semua orang melakukannya, bukan berarti bahwa hal tersebut berarti benar. Malah jika kita benar-benar berpikir, mencari pekerjaan adalah hal terbodoh yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki hidup.

Berapa banyak orang yang malah menderita setelah mendapat pekerjaan, berapa banyak orang yang malah ingin berhenti bekerja. Dan banyak lagi orang yang tidak puas dengan hidupnya karena pekerjaannya. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja pada orang lain, bekerja hanya sekedar untuk mencari upah. Mengapa itu seharusnya tidak kita lakukan, berikut beberapa alasannya:

Pendapatan Terbatas

Mendapat pekerjaan, menjual waktu dan tenaga dan menukarnya dengan uang, sepertinya ide yang bagus. Cuma ada satu masalahnya, itu hal yang bodoh, itu cara yang terbodoh untuk mencari uang. Mengapa disebut bodoh ? karena kita hanya akan dibayar jika kita bekerja.
Benar kan !! atau kita memang sudah diprogram untuk berpikir seperti itu. Pernahkah kita mempertimbangkan bahwa akan lebih baik jika kita tetap bisa mendapatkan uang sekalipun kita tidak bekerja ? siapa yang mengatakan bahwa kita hanya akan mendapat uang jika kita bekerja ? pegawai !!

Bukankah akan lebih baik jika uang tetap mengalir sekalipun kita sedang makan, tidur, atau bermain dengan anak ? mengapa kita hanya ingin dibayar 8 jam sehari, jika kita bisa mendapatkan bayaran selama 24 jam. Dibayar sekalipun bekerja atau tidak, tidakkah kita mempunyai rencana untuk melakukannya ? tidak inginkah kita bisa tetap menghasilkan uang sekalipun kita tidak lagi bisa bekerja ?

Siapa yang perduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk bekerja dalam sehari ? mungkin hanya segelintir orang. Sebagian besar orang tidak peduli dan tidak mau ambil pusing dengan berapa banyak waktu yang habiskan untuk bekerja, entah itu 6 jam seminggu atau 60 jam seminggu. Orang hanya peduli dengan hal-hal berharga yang bisa kita berikan untuknya.
Orang tidak peduli dengan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mengerjakannya, mereka hanya peduli jika sesuatu itu berharga baginya. Apa kamu peduli berapa waktu yang kuhabiskan untuk menulis artikel ini ? misalnya kamu harus membayar dengan harga tertentu untuk bisa membaca artikel ini, dan aku membuat artikel ini dalam waktu 1 jam. Apa kamu mau membayar dua kali lipat jika aku mengerjakannya selama 2 jam ?

Orang yang pintar akan membangun sistem yang bisa menghasilkan income selama 24 jam, terutama passive income. Dalam hal ini contohnya adalah: membuat website atau blog, investasi atau menanam modal, membuat karya-karya kreatif yang menghasilkan royalti. Sistem seperti ini akan memberikan hal-hal yang berharga bagi orang lain, dan mengalirkan uang pada pembuatnya.

Contohnya penulis buku, pencipta lagu, pembuat film dan lain-lain. Berapa uang yang mereka hasilkan dari karya-karya yang mereka buat, tentu saja untuk membuatnya mereka harus bekerja. Tapi hanya beberapa waktu saja, setelah itu ? mereka tinggal menikmati hasilnya dari waktu ke waktu. Kan lebih enak jika kita bisa jalan-jalan, liburan, tapi tetap menghasilkan uang.
Jika kita lebih memilih mencari pekerjaan dan mendapat bayaran, tak masalah, itu pilihan kita sendiri. Atau kita lebih memilih hidup santai dari membuat sistem yang bisa menghasilkan sesuatu yang berharga bagi orang lain, dan memberikan penghasilan bagi kita sekalipun kita bekerja ataupun tidak. Mungkin saat ini kita belum tahu cara melakukannya, namun banyak sumber yang bisa kita jadikan bahan untuk mempelajari cara melakukannya.

Tidak ada orang yang terlahir dengan semua pengetahuan tentang bisniss, investasi dan cara menjalankannya. Mereka juga belajar dan mempelajarinya. Dan itu berarti kita juga bisa mempelajarinya, berapa lama waktu yang dibutuhkan ? itu bukan masalah. Karena waktu akan tetap berjalan, sekalipun kita hanya diam dan puas menjadi budak, atau berusaha menjadi tuan.

Pengalaman Terbatas

Kita biasanya berpikir, aku mencari kerja untuk mencari pengalaman. Ini sama halnya dengan jika kita berkata: aku main sepakbola, karena ingin mencari pengalaman bermain sepakbola. Kita mendapat pengalaman karena kita hidup, entah kita berkerja atau tidak. Pekerjaan hanya memberi kita pengalaman tentang pekerjaan tersebut, padahal sebenarnya kita mendapat pengalaman dari semua yang kita lakukan.

Masalah yang kita hadapi dalam mencari pengalaman melalui pekerjaan adalah: kita hanya melakukan hal yang sama berulang-ulang. Kita hanya mendapat banyak pengalaman pada saat pertama bekerja, dan selanjutnya tidak banyak lagi yang bisa kita pelajari. Hal ini memaksa kita untuk melewatkan berbagai kesempatan berharga lainnya. Dan pengalaman terbatas yang kita dapatkan dari pekerjaan itu semakin lama akan semakin usang, coba kita tanyakan pada diri sendiri pengalaman apa yang kita dapatkan dari pekerjaan sekarang akan tetap berharga 10 – 20 tahun lagi.

Beresiko Tinggi

Banyak yang berpendapat, bahwa mencari pekerjaan dan bekerja pada orang lain adalah cara paling aman untuk mendapatkan uang, benarkah ? coba kita pikirkan. Dengan bekerja pada orang lain, berarti menempatkan diri kita pada posisi dimana orang lain yang menentukan sampai kapan kita bisa terus mendapatkan penghasilan. Dan orang lain bisa dengan mudah menutup jalan kita untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan mengucapkan kata “Kau di pecat !!”.

Amankah itu ? apakah hanya mempunyai 1 jalan untuk mendapat penghasilan, lebih aman dari pada mempunyai 10 jalan untuk menghasilkan uang ? Ternyata ide mencari pekerjaan cara paling aman untuk mendapat penghasilan adalah konyol. Kita tidak bisa disebut aman, jika kita tidak mempunyai kekuasaan untuk mengontrol. Dan dengan bekerja pada orang lain berarti kita membiarkan diri kita di kendalikan oleh orang lain.

Mengemis untuk uang

JIka kita bekerja pada orang lain, maka pada saat kita ingin mendapatkan kenaikkan gaji, seringkali kita harus menghiba-hiba, meratap, bahkan mengemis. Bagaimana rasanya jika harus terus melakukan itu setiap kita menginginkan upah yang lebih baik ? Bukankah akan lebih baik jika kita bisa menentukan sendiri berapa pendapatan yang kita inginkan, tanpa harus meminta izin pada siapapun. Jika kita punya bisnis sendiri dan ketika seorang pelanggan berkata “tidak” saat kita menawarkan sesuatu, kita cukup berkata “baiklah… aku akan mencari orang lain yang mau”.

Pergaulan Terbatas

Kebanyakan orang hanya bergaul dengan orang-orang dalam lingkungan pekerjaannya saja, berkumpul dan bertemu hanya pada ruang lingkup yang terbatas. Bergaul hanya dengan orang-orang yang mempunyai profesi dan pekerjaan yang sama, hal ini sering disebabkan waktu, pengetahuan, dan penghasilan yang terbatas, hingga kit tidak mempunyai kesempatan untuk melihat sisi atau belahan dunia lain. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita bisa memutuskan sendiri, dimana dan dengan siapa kita ingin bertemu.

Hilang Kebebasan

Butuh usaha yang besar untuk menjinakkan seorang manusia dan menjadikannya sebagai seorang pegawai. Yang pertama harus dilakukan adalah menjinakkan keinginannya untuk bebas. Caranya: dengan memberikan berbagai syarat dan aturan yang harus dipatuhi dan disetujui. Ini akan membuat seorang pegawai menjadi lebih patuh dan tunduk. Serta hukuman atau compensasi akan membuat mereka menjadi takut untuk melanggarnya.

Cara ini juga akan membuat pagawai berpikir bahwa mereka akan lebih aman jika mereka mengikuti dan menyetujui saja syarat yang diberikan tanpa harus banyak bertanya. Dan salah satu bagian dari cara untuk membuat pegawai menjadi patuh adalah dengan cara melatihnya, melatih cara mereka berpakaian, berbicara, bergerak dan seterusnya. Orang yang bebas akan berpikir bahwa satu-satunya aturan yang diperlukan yaitu: “menjadi pintar, menjadi baik, lakukan yang terbaik, dan lakukan yang kau suka”.

Jadi Pengecut

Dengan hilangnya keinginan untuk hidup bebas, cepat atau lambat kita akan kehilangan keberanian.Kita tidak lagi berani berkata dan berbuat yang menurut kita benar. Kita hanya ingin patuh dan mengikuti aturan yang sudah dibuat. Hanya masalah waktu sampai kitapun akan mengorbankan kejujuran, integritas, martabat, dan akhirnya keinginan untuk mendiri. Kita menjual kemanusiaan kita hanya untuk sebuah ilusi, dan ketakutan terbesar kita adalah mencari tahu akan jadi apa kita sebenarnya.

Inilah beberapa alasan mengapa seharusnya kita tidak mencari pekerjaan, bagaimana menurut kamu ? mungkin sebagian besar kita akan menyangkal semua ini. Apalagi jika kita sudah merasa nyaman dan aman dengan pekerjaan yang sekarang dijalani. Tapi coba kita pertimbangkan, jika memang semua alasan diatas tidak benar, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menjadi emosi atau bereaksi.

Alasan-alasan diatas hanyalah sebagai pengingat hal-hal yang sudah kita ketahui, kita bisa menyangkal penjara yang selama ini mengukung kebebasan yang kita miliki. Jika hal-hal diatas membuat kita gerah, itu berarti pertanda bagus. Rasa itu akan mendorong kita untuk mencari kebenaran, dan berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.

Lalu apa alternatif yang kita miliki ? alternatinya: pekerjaan yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang bisa membuat kita bahagia, dan hidup sesuai dengan yang kita kehendaki tapi tetap bisa memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan. Bukan hidup dengan aturan yang dibuat oleh orang lain, dengan cara orang lain.

Yang harus kita sadari bahwa kita mencari uang dengan cara memberikan sesuatu yang bernilai dan bukan dengan menjual waktu. Jadi kita harus mencari cara agar bisa menghasilkan sesuatu yang bisa berharga untuk dijual pada orang lain. Salah satu cara yang paling sederhana adalah dengan membuat atau memulai bisniss sendiri.

Apapun pekerjaan kita sekarang, carilah cara untuk bisa menghasilkan hal yang bernilai, dan menjualnya langsung pada orang yang memerlukannya. Memang diperlukan waktu untuk melakukan itu, tapi semua energi dan waktu yang kita investasikan untuk melakukannya, akan memberikan kita kebebasan yang memang seharusnya menjadi milik kita sendiri.

Dan tentu saja semua hal yang pernah kita pelajari dalam upaya melakukannya, bisa kita bagi pada orang lain. Semua pengalaman dan pengetahuan tersebut juga merupakan hal yang bernilai bagi orang lain, dan hal ini bisa kita jadikan sarana untuk menambah penghasilan. Jadi.. cari dan mulailah bisniss mu sendiri !!

sumber inspirasidaily.com/bekerja-atau-berbisnis/

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Cerita Inspiratif: Apakah Kamu Percaya Padaku?

Posted by Rafie pada Juli 18, 2011

Cerita InspiratifAda seorang pria bernama Mark, seorang ahli akrobatik. Ia ingin melakukan suatu pertunjukan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, menyeberangi air terjun Niagara di atas seutas tali! Banyak orang berpikir bahwa ini adalah ide yang gila karena jika ia terjatuh, ia sama saja sudah mati. Mark membahayakan nyawanya dengan melakukan pertunjukan itu. Tetapi ia tetap tenang.

Di hari pertunjukan itu, ribuan orang menonton dari daratan di samping air terjun Niagara saat Mark bersiap untuk menyeberanginya. Orang-orang yang menonton sangat was-was, kemudian Mark berkata “Tenang, aku bisa melakukannya”. Sekali lagi, ia sangat yakin pada kemampuannya dan tetap tenang. Setelah persiapan selesai, Mark mulai berjalan di atas tali itu. Dengan penuh percaya diri, ia berhasil menyeberangi air terjun selama 15 menit. Orang-orang memberikannya tepuk tangan, mereka sangat kagum.

Mark tersenyum, ia tidak berhenti sampai disitu. Ia bertanya pada penonton, “Terima kasih atas tepuk tangannya. Kamu tahu bahwa aku tidak pernah melukai diriku sebelumnya dan aku selalu sukses dalam setiap pertunjukanku. Jadi, aku cukup percaya diri untuk melakukan pertunjukan berikutnya. Aku ingin, sekali lagi, menyeberangi air terjun Niagara ini tetapi kali ini aku akan melakukannya sambil mendorong troli ini. Apakah ada dari kalian yang mau untuk duduk di dalam troli ini?”. Penonton terdiam. Tidak ada seorangpun yang mau membahayakan nyawanya. Tiba-tiba, ada tangan terangkat, satu-satunya tangan yang terangkat di antara ribuan orang. Ia seorang gadis kecil. “Aku akan melakukannya”, katanya. Kemudian, gadis itu duduk di dalam troli. Mark memulai pertunjukannya, menyeberangi air terjun dan mendorong troli. Sekali lagi, ia berhasil! Ia dan gadis itu menyeberang dengan sukses. Orang-orang memberikan tepuk tangan selama 5 menit, mereka tidak pernah membayangkan ia dapat melakukannya.

Setelah pertunjukan, seorang wartawan mendatangi gadis kecil itu dan bertanya “Apa kamu tidak takut melakukan itu, nak? Apa kamu tidak takut jatuh?”

Gadis itu tersenyum, ia menjawab “Aku tidak takut. Aku mau melakukan itu karena aku mengenal ia dengan baik. Aku percaya pada kemampuannya dan ia tidak akan membiarkan aku jatuh. Ia adalah ayahku.”
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Jika dalam hidupmu, kamu menghadapi sesuatu yang menakutkan, sesuatu seperti air terjun Niagara, jangan takut!! Percayalah pada Tuhan, percaya pada kemampuan-Nya, dan berjalannya bersama-Nya. Kamu tahu bahwa Ia tidak akan membiarkan kamu jatuh karena Ia adalah Ayahmu. Ia akan membantumu menyeberangi Niagara!

sumber

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »

Cara Mengambil Langkah Pertama untuk Menggapai Mimpimu

Posted by Rafie pada Juli 17, 2011

Menggapai Mimpi SuksesSemua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak.

Semua orang punya mimpi, tapi apakah semua orang sudah berusaha mewujudkannya? Tidak.
Semua orang ingin sukses, tapi apakah semua orang sudah mencoba untuk melangkah menuju ke sana? Tidak

Tidak ada orang yang menyangka Gunung Everest mampu didaki sampai Edmund Hillary melakukannya.

Tidak ada orang yang menyangka manusia bisa terbang sampai Orville dan Wilbur Wright menemukan alat yang disebut pesawat.

Dan Justin Bieber tidak akan terkenal seperti sekarang apabila ia tidak mem-posting videonya di Youtube. Semua itu berawal dari mimpi.

Apakah faktor yang paling sering menghalangi seseorang untuk meraih mimpinya? Mengambil langkah pertama. Begitu beratnya mengambil langkah pertama sampai-sampai mereka membuat mental block dengan membatasi sendiri kemampuannya. Pernyataan seperti:

1. Aku menunggu saat yang tepat untuk mulai melangkah.
2. Aku menunggu sampai aku sudah memiliki skill yang baik.
3. Aku tidak tahu harus mulai dari mana.
4. Aku tidak akan mampu, itu terlalu sulit untukku.

Adalah contoh-contoh pernyataan yang menghalangi seseorang dalam melangkah. Padahal faktanya adalah:

1. Waktu tidak akan pernah tepat karena apabila kamu membiasakan diri untuk selalu menunggu, kamu akan selalu menemukan alasan yang menghalangi kamu untuk melangkah.

2. Skill yang baik didapat justru dapat kita pelajari lebih banyak saat kita melangkah. Seperti kata pepatah, experience is the best teacher. Apakah kamu bisa pintar bermain alat musik hanya dengan membaca buku? Tidak, kan?

3. Kamu bisa mulai melangkah dengan mencari informasi, melakukan riset dan kemudian mulai menyusun rencana. Ya, langkah terbaik untuk memulai sesuatu adalah merencanakan dan mulai melakukan rencana itu satu per satu. Don’t be confused!

4. Anggapan ‘aku tidak mampu’ adalah mental block yang harus kamu singkirkan karena berpikir tentang kegagalan akan SANGAT membatasi kreativitasmu. Satu hal yang kamu harus sadari adalah semua orang yang melakukan sesuatu untuk pertama kali pasti akan kesulitan. Tetapi dari kesulitan itulah kamu dapat belajar banyak. Orang yang kesulitan tapi berjuang untuk mengatasinya akan menjadi orang yang kreatif.

Kesimpulan dari 4 poin di atas adalah, kamu harus mulai melangkah sekarang. Jangan malah terjebak dalam mimpimu sendiri. Bagaimana cara untuk mengambil langkah pertama untuk menggapai mimpimu?

1. Buatlah rencana dan persiapan untuk menggapai mimpimu
Perencanaan dan persiapan yang baik akan sangat membantu perjalananmu. Apakah kamu mampu mendaki gunung Everest hanya dengan membawa sepotong roti? By failing to prepare, you’re preparing to fail.

2. Lakukan sekarang
Take one step at a time. Walaupun mimpimu sangat besar, lebih baik kamu mewujudkan hal-hal yang kecil terlebih dahulu supaya kamu tidak kewalahan. Karena ini adalah pengalaman pertamamu, kamu pasti akan menemukan banyak kesulitan dan melakukan kesalahan. Belajarlah dari kesalahanmu itu.

3. Lakukan dengan benar
Setelah kamu mempelajari kesalahanmu, maka kamu harus memperbaikinya dengan melakukannya dengan benar.

4. Lakukan dengan lebih baik lagi
Ketika kamu mampu melakukan dengan benar, maka langkah berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk membuat sesuatu yang lebih baik.
Apabila kamu sudah melakukan ke-4 hal di atas, maka kamu baru saja mengambil langkah pertama, langkah selanjutnya pasti akan lebih mudah dan kamu-pun sudah berada di jalur yang tepat menuju kesuksesan. Ingat! Do it first, do it right, do it better.

“A journey of a thousand miles begins with a single step” – Lao Tzu

Posted in Inspirasi | Leave a Comment »