Riziq Aje

Just me and all

Mengenal Tingkatan Masyarakat Hacker

Posted by Rafie pada Mei 2, 2008

Catatan: Artikel ini merupakan saduran dari HACKER STAGES v1.03 r26MAR2000 dari ElfQrin (www.elfqrin.com). Juga benbego sadur kembali dari http://www.pazia-network.cjb.net. Pazia sendiri adalah sebuah warnet yg kebetulan dekat dg rumah saya. Dan hebatnya, semua berbasiskan linux. Padahal sebelumnya windows lho. Apa karena takut kena razia kali ya..?😀

Beberapa bagian dari tulisan asli telah mengalami modifikasi dan penyesuaian. Beberapa yang kurang tepat juga telah saya hapus dan saya sesuaikan relatif terhadap pendapat saya sendiri. Mohon maaf.

Pada dasarnya, setiap pelaku TI atau praktisi hacking itu sendiri mendefenisikan konsep ‘HACKING’ yang berbeda. Tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi perbedaan pendapat terhadap konsep yang di maksud, namun cukup jadikan perbedaan pendapat sebagai sebuah kekayaan pemikiran.

Dalam perjalanan menuju pendewasaan, perubahan pola pikir dan kemampuan teknik, setiap manusia yang memasuki wilayah hacking akan melewati beberapa tingkatan.

1. Si Dungu
Saya rasa tidak berlebihan untuk menyebut masyarakat pada tingkatan ini dengan istilah dungu. Mereka hanya memiliki kemampuan teknis komputer yang rendah dan mengenal hacking dari surat kabar, bahwa hacker adalah seorang penjahat elektronik. Bahkan beberapa diantara mereka juga menulis di surat kabar dalam hal dan konsep yang sama.

2. Lamer
Lamer merupakan sebuah fenomenal awal remaja yang tertarik mempelajari hacking. Mereka mempunyai kemampuan komputer standar dan sedikit lebih banyak mendapat informasi. Mereka mencoba mencari petunjuk serangan praktis. Baik dari e-zine maupun melalui diskusi IRC (Chatting). Serangan dilakukan dengan trojan, sebuah remote administration tool yang memberikan akses terhadap mesin yang telah terinfeksi. Lamer juga melakukan benyak hal-hal tidak berguna, seperti tukar-menukar nomor kartu kredit, dan tukar-menukar password website ##### komersial. Hacker yang kompeten, atau remaja yang berhasil lolos dari ‘seleksi alam’ akan melalui masa ini dengan begitu cepat memasuki wilayah penuh keingintahuan.

3. Wannabe
Wannabe hacker menganggap hacking lebih sebagai philosophy, atau seni kehidupan. Mereka mulai membaca teknik-teknik hacking dasar dan melakukan searching (pencarian) dokumen-dokumen hack yang lebih serius. Wannabe telah menunjukkan antusiasnya dalam hacking dan mulai meninggalkan dunia lamer yang penuh kebodohan.

4. Larva
Perjalanan penuh perjuangan menjadi kupu-kupu. Larva telah disibukkan dengan berbagai pertanyaan bagaimana benda-benda bekerja ? Bagaimana dunia bekerja. Larva adalah step terpenting dalam pembentukan jati diri hacker. Mereka menemukan cara untuk membuat eksploits sendiri. Mencoba melakukan penetrasi sistem tanpa melakukan pengerusakan, karena mereka tahu, pengerusakan sistem
adalah cara termudah bagi mereka (sysadmin dan polisi) untuk menangkap jejak sang larva.

5. Hacker
Sebuah keindahan, naluri, karunia tuhan terhadap orang-orang yang berjuang. Akhirnya tingkatan tertinggi dari budaya digital telah dicapai. Sebuah dunia baru menanti. Dunia hacking !!

Sesungguhnya setiap orang tidak akan tau kapan pastinya ia menjadi hacker. Sama halnya dengan anda tidak pernah tau pasti kapan anda tertidur. Hal terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan pengetahuan. Saat anda beristirahat sejenak dan mengenang kembali .. anda telah menjadi hacker.

Kemampuan spesial.

Hacker dalam tahap pendewasaannya akan mengalami spesialisasi skil/kemampuan. Mereka akan dikenal sebagai:

1. Wizard
Yaitu seseorang yang memiliki pengetahuan yang begitu banyak terhadap subyek tertentu.

2. Guru
Seseorang yang tau apapun tehadap subyek tertentu. Mereka mengetahui fitur-fitur tak terdokumentasi. Trik-trik pengembangan, dan teknik-teknik mengalahkan keterbatasan – limit –

Hacker sejati mengenal kebodohannya dan terus mengembangkan diri untuk mengatasi semua kebodohannya. Dan dalam perjalanan itu alam mengadakan seleksi, siapakah yang mampu bertahan ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s